Memperbaiki Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Home / Memperbaiki Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Share

Ikan Gabus Membantu Memperbaiki Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui – Ibu hamil dan ibu menyusui membutuhkan zat gizi yang lebih banyak dibandingkan dengan keadaan tidak hamil atau tidak menyusui. Tetapi konsumsi pangan nya tetap beraneka ragam dan seimbang dalam jumlah dan proporsi nya.

Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui harus seimbang, mengindikasikan bahwa konsumsi makanan ibu hamil dan ibu menyusui harus memenuhi kebutuhan untuk dirinya. Selain itu juga untuk pertumbuhan serta perkembangan janin/bayinya.

Gizi Seimbang untuk Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Semua Ibu pasti tahu bahwa janin tumbuh dengan mengambil zat-zat gizi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibunya dan dari simpanan zat gizi yang berada di dalam tubuh ibunya.

Selama hamil atau menyusui seorang ibu harus menambah jumlah dan jenis makanan yang dimakan untuk mencukupi kebutuhan pertumbuhan bayi, kebutuhan ibu yang sedang mengandung bayinya, serta untuk memproduksi ASI.

Bila makanan ibu sehari-hari tidak cukup mengandung zat gizi yang dibutuhkan, maka janin atau bayi akan mengambil persediaan yang ada didalam tubuh ibunya, seperti sel lemak ibu sebagai sumber kalori dan zat besi dari simpanan di dalam tubuh ibu (sebagai sumber zat besi janin/bayi).

Gizi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
Sumber : Pedoman Gizi Seimbang – Kementrian Kesehatan RI (2014)

Kenyataannya di Indonesia masih banyak ibu-ibu yang saat hamil mempunyai status gizi kurang, misalnya kurus dan menderita Anemia. Hal ini dapat disebabkan karena asupan makanan nya selama kehamilan tidak
mencukupi untuk kebutuhan dirinya sendiri dan bayinya.

Selain itu kondisi ini dapat diperburuk oleh beban kerja ibu hamil yang biasanya sama atau lebih berat dibandingkan dengan saat sebelum hamil. Akibatnya, bayi tidak mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan, sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

Demikian pula dengan konsumsi pangan ibu menyusui harus bergizi seimbang agar memenuhi kebutuhan zat gizi bayi maupun untuk mengganti zat gizi ibu yang dikeluarkan melalui ASI.

Biasakan mengkonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi

Lauk pauk terdiri dari pangan sumber protein hewani dan pangan sumber protein nabati. Kelompok pangan lauk pauk sumber protein hewani meliputi daging ruminansia (daging sapi, daging kambing, daging rusa, dll), daging unggas (daging ayam, daging bebek, dll), ikan termasuk seafood, telur dan susu serta hasil olahnya.

cara luka caesar cepat kering

Kelompok Pangan lauk pauk sumber protein nabati meliputi kacang-kacangan dan hasil olahnya seperti kedelai, tahu, tempe, kacang hijau, kacang tanah, kacang merah, kacang hitam, kacang tolo dan lain-lain.

Meskipun kedua kelompok pangan tersebut (pangan sumber protein hewani dan pangan sumber protein nabati) sama-sama menyediakan protein, tetapi masing-masing kelompok pangan tersebut mempunyai keunggulan dan kekurangan.

Pangan hewani mempunyai asam amino yang lebih lengkap dan mempunyai mutu zat gizi yaitu protein, zat besi, vitamin dan mineral lebih baik, karena kandungan zat-zat gizi tersebut lebih banyak dan mudah diserap tubuh. Tetapi  pangan hewani mengandung tinggi kolesterol (kecuali ikan) dan lemak.

Selama kehamilan, ibu hamil perlu menambahkan berbagai nutrisi, nutrisi ikan yang termasuk gol protein hewani terbukuti sangat penting. keselarasan ibu untuk makan lebih banyak ikan bisa membuat wanita merasa baik, mengurangi depresi, dan yang terpenting, bisa mencegah kelahiran prematur. Bagi bayi, makan lebih banyak ikan sangat membantu pada penglihatan bayi.

Selain itu, juga perlu memperhatikan beberapa jenis ikan. Seperti yang kita tahu, menurut orang jaman dulu ikan gabus dipercaya memiliki khasiat kesehatan yang menarik.

Mulai dari anak-anak, ibu hamil, penyembuhan luka bedah, sampai lansia pada saat itu ikan gabus adalah rekomendasi yang sangat bagus (bagi daerah yang mempunyai habitat nya). Tapi apakah kita tahu mengapa hal tersebut bisa sampai menjadi kepercayaan orang tua kita jaman dahulu ? Cari tahu lebih banyak tentang ikan gabus.

Pentingnya Albumin ikan gabus

Terkait dengan gizi ibu hamil dan ibu menyusui, penting  untuk memerhatikan kadar albumin dalam tubuh. Albumin adalah bagian dari protein plasma darah yang memiliki peran seperti mengatur tekanan osmotik darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh (sangat baik untuk memperbaiki gizi Ibu hamil dan Ibu menyusui).

Protein albumin juga mampu mengangkut nutrisi dalam tubuh serta membantu memperbaiki kerusakan jaringan sel. Karenanya, protein ini sangat dibutuhkan pasien pasca operasi seperti melahirkan sesar.

DR. Dr. Taufik Jamaan Sp.OG, dari RSIA Bunda menyatakan, bahwa setiap orang termasuk ibu hamil membutuhkan 60 sampai 75 gram protein albumin perhari.  “Pemenuhan protein albumin pada ibu hamil juga berfungsi untuk pembentukan otot-otot bayi, enzim, dan metabolisme tubuh. Dan juga untuk menjaga rahim ibu, pembuluh darah, serta plasenta ibu,” lengkap DR. Dr. Taufik.melahirkan sesar

Kandungan protein albumin yang cukup pada tubuh juga membantu pembentukan tulang serta mencegah anemia. Dr. Taufik menyampaikan bahwa 1 dari 2 ibu hamil menderita anemia karena protein yang tidak diserap baik oleh tubuh. Dengan albumin yang cukup, makan berbagai vitamin serta zat-zat penting lainnya bisa terserap secara baik dan menambah kekuatan dalam beraktivitas.

Baja juga :


Referensi :

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Pedoman Gizi Seimbang.
gizi.depkes.go.id/download/Pedoman%20Gizi/PGS%20Ok.pdf. [Diakes  Desember 2017]
FAO/WHO. (2011)Report of the Joint FAO/WHO Expert Consultation on the Risks and Benefits of Fish Consumption.
www.fao.org/docrep/014/ba0136e/ba0136e00.pdf. [Diakes  Desember 2017]
Mother&Baby. (2017). Pentingnya Albumin untuk Ibu Hamil dan Anak.
https://www.motherandbaby.co.id/article/2017/12/5/8870/Pentingnya-Albumin-untuk-Ibu-Hamil-dan-Anak. [Diakes  Desember 2017]

Bagikan artikel ini