Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Home / Artikel / Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll
Share
  • 5
    Shares

Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Operasi caesar adalah melahirkan bayi melalui sayatan bedah di perut dan rahim ibu. Dalam beberapa keadaan, operasi caesar sudah direncanakan sebelumnya. Di kondisi lain, melahirkan sesar diperlukan karena komplikasi yang tak terduga. Jika Anda atau bayi Anda dalam bahaya yang akan terjadi, Dokter akan mengambil langkah operasi caesar. Jika tidak, itu disebut bagian yang tidak direncanakan.

Trend Melahirkan dengan Operasi Caesar

Melahirkan sesar yang sebenarnya hanya untuk kondisi darurat, namun persentasenya naik di Indonesia. Tak hanya di tanggal-tanggal cantik, sebagian operasi caesar dilakukan tanpa ada indikasi medis serius. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh pemerintah, praktik operasi caesar di seluruh provinsi di Indonesia persentasenya sebesar 15,3 persen[1]. Di atas standar yang dikeluarkan WHO yaitu sebesar 10-15%[2].

Grafik dibawah menunjukkan  proporsi persalinan dengan operasi caesar menurut karakteristik. Dari gambar tersebut dapat diketahui bahwa secara umum pola persalinan melalui operasi caesar dapat dilihat dari status sosial. Ibu yang melahirkan sesar paling banyak pada ibu yang menyelesaikan perguruan tinggi (25,1%). Wanita karir menempati urutan kedua sebagai pegawai (20,9%), tinggal di perkotaan (13,8%), dan kuintil indeks kepemilikannya teratas (18,9%).

persentase operasi caesar
Sumber: Riskesdas 2013, Badan Litbangkes, Kemenkes RI 2014

Dari data di atas  rata-rata yang melakukan operasi caesar adalah masyarakat dengan ekonomi menengah keatas dan dengan jenjang pendidikan yang cukup tinggi. Dikalangan artis operasi caesar ini cukup laris.

Trend melahirkan sesar juga semakin populer beberapa tahun belakangan berkat adanya program pemerintah bpjs, karena persalinan caesar dengan bpjs dapat menutup 100 persen biaya persalinan.

Menurut penuturan dr Deddy Meizia SpOG Spesialis Kebidanan dan Kandungan juga menyatakan hal yang sama “(Dengan di-cover BPJS) Jumlahnya naik, keinginannya mereka juga naik yang saya amati, karena saya kan berhadapan terus dengan pasien BPJS, dan memang meningkat jumlahnya karena mereka ingin mencoba juga,” ungkap Deddy.

“Sekarang dari kalangan menengah ke bawah lebih punya keinginan meminta sectio ya. Itu karena merasa sudah di-cover oleh BPJS sekarang dia punya hak yang sama, terutama karena dia di rumah sakit pemerintah. Dia free semuanya.” Ujarnya.

Alasan Kenapa Harus Operasi Caesar

Lazimnya operasi caesar dilakukan saat salah satu atau baik ibu dan bayi memiliki risiko saat saat proses kelahiran. Risiko itu bisa datang dari si ibu yang memiliki gangguan kesehatan atau postur tubuh yang tidak mendukung. Seperti panggul sempit, maupun faktor bayi. Berikut alasan medis operasi caesar sebagai pilihan utama untuk menyelamatkan ibu dan janin. :

  • Panggul sempit.
  • Bayi terlalu besar (Makrosomia).
  • Letak ari-ari rendah.
  • Sang jabang bayi terlilit tali pusar.
  • Bayi Anda berada dalam posisi sungsang atau melintang. (Dalam beberapa kasus, seperti kehamilan kembar di mana bayi pertama berada di bawah kepala tapi bayi yang kedua adalah sungsang).
  • Diproporsi Sepalopelvik (ketidakseimbangan kepala janin dengan panggul ibu).
  • Plasenta Previa (menempelnya plasenta di bawah rahim).

Faktor resiiko lainnya adalah persalinan sebelumnya pasien juga di sesar. Pasien dengan pre-eklampsia berat atau eklampsia dan masih banyak lagi faktor lainnya operasi sesar harus dilakukan.

Persiapan Operasi Caesar

Meskipun prosedur untuk semua rumah sakit bisa bervariasi, namun ada langkah-langkah umum yang dipersiapkan sebelum prosedur operasi caesar. Sebelum hari operasi, Anda mungkin diminta untuk melakukan tes darah dan urine, berkonsultasi dengan dokter anestesi ( pastikan semua pertanyaan Anda terjawab, dan Anda mengerti apa yang bisa terjadi jika Anda perlu memiliki operasi caesar darurat sebelum hari H anda), Anda juga akan diingatkan mengenai persiapan operasi caesar dengan menahan diri dari makan atau minum selama 8 sampai 12 jam sebelum operasi caesar.

Cari tahu : Persiapan Operasi Caesar : Tips Ke-5 Konsultasikan Dengan Dokter

Proses Operasi Caesar

Sebelum operasi, perut Anda akan dibersihkan baru kemudian Anda akan siap untuk menerima cairan infus intravena (IV) ke lengan Anda. Infus ini memungkinkan dokter untuk mengelola cairan dan semua jenis obat yang  Anda butuhkan.

Infus intravena (IV) yang biasa digunakan untuk operasi besar juga bertujuan untuk menghindari transfusi darah. Anda juga akan memiliki kateter yang dimasukkan ke dalam untuk menjaga kandung kemih Anda kosong selama operasi.

Umumnya ada tiga opsi anestesi yang diberikan dokter agar tidak terasa sakit :

  1. Anestesi Spinal – anestesi regional yang di-suntikan ke tulang belakang pasien. Anda akan mengalami mati rasa pada leher ke bawah termasuk perut. (Tetap sadar namun obat penenang diberikan supaya pasien tetap tenang selama operasi)
  2.  Anestesi Epidural – obat bius dimasukkan langsung menuju susunan saraf di tulang belakang. Dampaknya seorang ibu akan tetap sadar tapi ia akan kehilangan sensasi pada tubuh bagian bawahnya.
  3. Anestesi Umum –  anestesi yang membuat Anda tertidur nyenyak, dan biasanya disediakan untuk situasi darurat.
operasi caesar
Ilustrasi : Operasi caesar

Bila Anda suda diinfus dan benar-benar mati rasa, upayakan mental anda jangan sampai down (anda hanya perlu relaks & berdoa, percayalah pada dokter).

  • Dokter akan membuat sayatan tepat di atas garis rambut kemaluan. Sayatan biasanya horizontal  dan dalam situasi darurat, sayatan bisa vertikal.
  • Setelah sayatan kulit perut dan dinding perut selesai dilakukan, dokter akan membuat sayatan ke rahim. Area ini akan ditutup selama prosedur sehingga Anda tidak dapat melihat prosedurnya.
  • Setelah sayatan kedua dibuat, bayi anda akan diangkat dari rahin dan berbahagialah akhirnya sang buah hati telah lahir ke dunia!
  • Dokter akan melakukan perawatan pertama pada bayi Anda dengan membersihkan hidung dan mulut dari cairan. Kemudian menjepit dan memotong tali pusar. Bayi Anda kemudian akan diberikan ke perawat atau dokter anak untuk dilakukan perawatan. Sampai ia siap kembali ke dalam pelukan Anda.

Sementara itu, dokter  akan memperbaiki rahim Anda dengan jahitan agar sayatan kembali tertutup.

Resiko Operasi Caesar

Bagaimanapun sesar adalah prosedur operasi besar, pasti hal itu juga ada efek samping setelahnya atau resikonya. Biar anda semua bisa sadar apa aja yang harus diperhatikan kalau terpaksa harus sesar. Berikut adalah resiko setelah operasi caesar bagi Ibu :

  1. Darah yang dikeluarkan dua kali lipat dibanding persalinan normal.
  2. Rasa nyeri dan penyembuhan luka pasca operasi lebih lama dibandingkan persalinan normal.
  3. Jahitan bekas operasi berisiko terkena infeksi sebab jahitan itu berlapis-lapis dan proses keringnya bisa tidak merata.
  4. Perlekatan organ bagian dalam karena noda darah tak bersih.
  5. Kehamilan dibatasi dua tahun setelah operasi.
  6. Kemungkinan caesar untuk lahiran kedua dan seterusnya lebih tinggi.
  7. Pembuluh darah dan kandung kemih tersayat pisau bedah. Meskipun jarang terjadi, Air ketuban masuk pembuluh darah yang bisa mengakibatkan kematian mendadak saat mencapai paru-paru dan jantung. Jika ini terjadi, operasi tambahan mungkin diperlukan.

Sedangkan resiko yang dapat menimpa bayi anda :

  1. Cenderung mengalami sesak napas karena karena cairan dalam paru-parunya tidak keluar. Pada bayi yang lahir normal, cairan itu keluar saat terjadi tekanan.
  2. Sering mengantuk karena obat penangkal nyeri yang diberikan kepada sang
    ibu juga mengenai bayi.
Advertisement
cara luka caesar cepat kering

Tips Pemulihan Pasca Operasi Caesar

Setelah operasi selesai, Anda dan bayi Anda akan tinggal di rumah sakit selama sekitar tiga hari. Segera setelah operasi, Anda akan tetap di-infus. Infus dan selang kateter akan dilepas setelah 24 jam. Namun demikian, ada kebijakan khusus yang dilakukan  untuk penundaan melepas  infus  bila masih diperlukan. Misalnya jika pemeriksaan kadar Hb menunjukkan anemia dan perlu transfusi darah, serta berbagai kondisi lain.

Perawat atau dokter dapat mengajari Anda bagaimana memposisikan anak Anda menyusui agar tidak ada rasa sakit tambahan dari area sayatan. Selain itu Dokter akan memberi Anda rekomendasi untuk perawatan di rumah setelah operasi caesar, namun biasanya Anda diharapkan untuk:

  • Tenang dan istirahatlah, terutama untuk beberapa minggu pertama gunakan postur tubuh yang benar untuk menopang perut Anda
  • minum banyak cairan selama proses pemulihan Anda
  • hindari berhubungan intim setelah operasi caesar dalam beberapa minggu pertama
  • Minum obat sakit sesuai kebutuhan
  • Jangan takut meminta bantuan jika Anda mengalami gejala depresi pasca melahirkan. Seperti perubahan mood yang parah atau kelelahan yang luar biasa

Cari tahu :

6 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Sesar
Kapan Sih Bunda Boleh Berhubungan Seks Lagi Setelah Operasi Caesar ?

Hubungi dokter Anda jika Anda mengalami gejala berikut ini:

  • Nyeri payudara disertai demam
  • kotoran vagina kotor atau pendarahan dengan gumpalan besar
  • Sakit saat buang air kecil
  • tanda infeksi – misalnya demam lebih dari 100 derajat Fahrenheit, kemerahan, bengkak, atau keluar dari sayatan

Artikel sama :

Wejangan Buat Ibu-ibu Melahirkan Sesar

*Perlu diingat bahwa tindakan operasi caesar dianjurkan menjadi pilihan terakhir dalam memutuskan proses melahirkan yang akan dilakukan.

*Pemeriksaan dini dan teratur dalam masa kehamilan akan sangat membantu dalam mempersiapkan proses
melahirkan yang aman dan nyaman bagi sang ibu.

Referensi :

1. Suryati Tati. (2013). ANALISIS LANJUT DATA RISKESDAS 2010. [Tersedia]. http://www.redalyc.org/articulo.oa?id=85660303[Diakses Desember 2017].
2. Kementrian Kesehatan RI. (2014). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2013. [Tersedia].http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/profil-kesehatan-indonesia-2013.pdf jurnal.poltekkes-solo.ac.id/index.php/Int/article/viewFile/226/201. [Diakses Desember 2017].
3. WHO. (2015). WHO Statement on Caesarean Section Rates. [Tersedia]. http://www.who.int/reproductivehealth/publications/maternal_perinatal_health/cs-statement/en/. [Tidak terpublikasi]
4. Tidak diketahui. C-Section (Cesaerean Section). [Tersedia]. https://www.healthline.com/health/c-section. [Diakses Desember 2017]

Terkait

Ingin Mengatasi Rasa Takut Menjelang Persalinan ? ... Ingin Mengatasi Rasa Takut Menjelang Persalinan ? Baca Kisah Ibu Ini Bagi banyak wanita, sering kali dihantui oleh rasa takut menjelang persalinan.  ...
5 Jenis Makanan yang Memenuhi Takaran Gizi Setelah... Hallo bunda.. selamat yah akhirnya setelah sembilan bulan menunggu, bayi lahir kedunia dengan selamat. Suatu anugerah yang patut disyukuri oleh kalian...
Korset Pasca Melahirkan Caesar, Berbahayakah atau ... Apakah bunda mencari cara untuk mempercepat proses penyembuhan, agar kembali hidup seperti biasanya? Jika demikian, korset pasca melahirkan caesar bis...
Inilah Posisi Tidur yang Nyaman Setelah Melahirkan... Inilah Posisi Tidur yang Nyaman Setelah Melahirkan Sesar Mempunyai momongan pertama bagi ibu baru adalah anugerah terindah. Namun bukan berarti seora...
Melahirkan Normal Setelah Caesar Adalah Mungkin Apakah bunda sedang merencanakan kelahiran bunda, setelah melahirkan caesar sebelumnya? apakah memungkinkan melahirkan normal setelah caesar? Yap, jaw...
4 Resiko Melahirkan Normal Setelah Caesar, Sebaikn... Vaginal Birth After Caesarean (VBAC), atau Trial of Labor After Caesarean (TOLAC) adalah istilah untuk melahirkan anak secara normal (melalui vagina) ...
Kapan Sih Bunda Boleh Berhubungan Seks Lagi Setela... Photo via http://pixabay.com Lebih tepatnya, kapan waktu yang aman untuk berhubungan intim pasca operasi caesar dan steril ? Enam minggu adalah ja...
Bagikan artikel ini

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *