Bahaya Infeksi Rahim, Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar

Share

Siapa sangka bahwa pasca operasi caesar dapat menimbulkan penyakit yang berbahaya. Salah satu jenis penyakit yang timbul setelah operasi caesar adalah endometritis atau yang biasa bunda tahu dengan nama infeksi rahim. Endometritis merupakan jenis penyakit yang amat sangat berbahaya bagi wanita apalagi pada bagian sistem reproduksinya.

Infeksi rahim ini dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera dilakukan pengobatan dan perawatan dari dokter langsung. Komplikasi yang bisa muncul ialah infertilitas (kemandulan).

Penyakit ini memiliki dua jenis yaitu keterkaitan dengan permasalahan kehamilan dan juga keterkaitan terhadap penyakit radang pinggul. Kedua jenis keterkaitan tersebut memiliki peranan penting bagi wanita. Akan tetapi kedua jenis keterkaitan itu pula ternyata sangat berbahaya jika tidak segera di tindak lanjuti dengan pengobatan serta perawatan yang sangat intensif langsung dari dokter.

Mengenal lebih jauh tentang Infeksi Rahim ?

Infeksi rahim merupakan peradangan yang serius terjadi pada lapisan dinding rahim. Penyebabnya bisa disebabkan infeksi yang ditimbulkan operasi caesar. Infeksi rahim bisa dicegah sehingga tidak menyebabkan kematian, tetapi jika tidak segera dilakukan pengobatan dan perawatan intensif (ICU) malahan akan menimbulkan masalah kesehatan lainnya juga.

Jika terlambat mendiagnosis dan juga tidak segera diobati, maka resiko peningkatan komplikasi lain akan sangat berbahaya untuk bunda. Contohnya seperti pada organ reproduksi akan menurunkan kesuburan yang berakibat menjadi mandul. Masalah lainnya pada sistem ketahanan imun tubuh bunda akan mudah lelah.

Penyebab Endometritis (infeksi rahim)

  1. Infeksi menjadi pemicu atau penyebab utama dalam terjadinya endometritis. Infeksi ini dapat terjadi akibat adanya bakteri dan kuman yang masuk pada rahim. Infeksi yang terjadi adalah jenis infeksi yang menular seksual akibat bakteri, lalu bakteri apa saja jenisnya?
    • chlamydia (klamidia) – merupakan salah satu jenis bakteri chlamydia trachomatis yang menyebabkan infeksi seksual menular yang disebabkan oleh bakteri dan menyerang pada leher Rahim.
    • Gonore – yang berperan dalam munculnya penyakit gonore ini ialah akibat adanya bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore atau yang biasa di sebut dengan kencing nanah yang keluar dari vagina dan juga terasa nyeri saat buang air kecil.
  2. Penyebab lainnya mungkin pada saat menjalani prosedur biopsi atau yang biasa disebut dengan pengambilan sampel jaringan lapisan rahim.
  3. Prosedur operasi caesar yang kurang steril dalam melakukan perawatan atau pada saat tindakan medis yang berlangsung bisa saja alat yang digunakan kurang steril. Oleh karena itu penting juga memilih rumah sakit yang berakreditasi dan trek yang bagus untuk melahirkan caesar.
  4. Ketuban yang telah pecah, juga akan mengakibatkan Endometritis (infeksi Rahim) dimana bakteri alami yang berasal dari vagina tercampur dengan kuman.

Baca juga : Perkiraan Biaya Operasi di Jakarta Tahun 2019

Selain dari operasi caesar, risiko Endometritis (infeksi Rahim) dapat terjadi akibat prosedur medis saat memasukan alat ataupun sesuatu yang lain ke dalam Rahim. Hal itulah yang menyebabkan jalan utama bakteri dan kuman yang masuk.

Beberapa prosedur medis yang dapat meningkatkan resiko Endometritis (infeksi Rahim) ialah
• Histeroskopi (prosedur medis untuk melihat Rahim dengan bantuan alat teleskop
• Prosedur medis saat pemasangan untuk alat kotrasepsi seperti IUD (intra uterine device)
• Pengikisan Rahim (kuretase)
• Penggunaan alat yang tidak steril pada saat prosedur medis melahirkan

Gejala Endometritis (infeksi Rahim)

Pada masing-masing individu wanita akan merasakan gejala atau tanda-tanda yang berbeda, tergantung dengan kondisi kesehatan individu sebelumnya serta juka lokasi Endometritis (infeksi Rahim) berada. Tetapi pada umumnya Endometritis (infeksi Rahim) memiliki tanda-tanda tersendiri, yaitu :

  • Perut yang membesar dan bengkak
  • Pendarahan yang tidak wajar (dilluar masa waktu haid)
  • Cairan keputihan yang tidak wajar (seperti bau, tekstur, dan kapasitas)
  • Imun tubuh yang mulai berkurang serta suhu badan naik
  • Terasa nyeri dan panas pada area panggul serta anus
  • Susah baung air besar dan perut bagian bawah terasa nyeri
  • Organ intim (vagina) terasa nyeri atau semua yang berhubungan dengan organ intim akan terasa tidak nyaman

Diagnosis Endometritis (infeksi Rahim)

Segera periksa untuk membandingna diagnosis bunda dengan dokter. Pemeriksaan yang akan dialakukan oleh dokter ialah pemeriksaan fisik yang meliputi daerah sekitar perut dan juga panggul.

Pengambilan sampel juga akan dilakukan untuk memperkuat diagnosis pemeriksaan fisik. Pengambilan sampel yang dilakukan antara lain :

  • Pengambilan cairan keputihan dengan dasar pengujian bakteri, apakah terdapat bakteri klamidia serta gonokokus yang dapat menyebabkan Endometritis (infeksi Rahim).
  • Tes darah dan air urin, tindakan ini dilakukan untuk memperhitungkan kapasitas sel darah putih serta laju endap pada darah.
  • Pemeriksaan prosedur laparoskopi dilakukan untuk melihat lebh jelas lagi dalam mengecek bagian perut dan panggul.

Dagosis dilakukan untuk menghindari potensi-potensi yang dapat memicu komplikasi atau bahaya lainnya seperti  :

  • infertilitas (kemandulan)
  • peritonitis (infeksi panggul)
  • adanya nanah pada Rahim
  • septikemia (bakteri yang berada pada darah). Dari septikemia dapat memicu kompikasi lainnya, yaitu sepsis.
  • Sepsis juga merupakan infeksi parah yang akan menyebabkan syok septic berlangsung. Dimana syok septic ini merupakan kondisi darurat medis yang dapat mengancam jiwa. Jadi segera untuk segera lakukan pemeriksaan untuk melakukan perawatan yang lebih instensif, sebelum terjadi masalah komplikasi lainnya.

Pengobatan Endometritis (infeksi Rahim)

Untuk saat ini pengobatan melalui pemberian antibiotik sangat umum terjadi untuk pencegahan komplikasi dari Endometritis (infeksi Rahim). Jangan sembarangan mengonsumsi antibiotik, harus dengan resep dokter dan dosis yang di anjurkan.

Pemberian obat yang telah di resepkan oleh dokter pun harus rutin di konsumsi dengan batas waktu tertentu. Untuk menghilangkan bakteri-bakteri yang bersarang pada dinding Rahim atau tempat infeksi.

Untuk kasus Endometritis (infeksi Rahim) yang berat, akan di lakukan rawat inap agar dilakukan terapi dengan pemberian cairan intravena dan apabila sudah terdapat nanah maka akan dilakukan pembersihan. Apalagi jika Endometritis (infeksi Rahim) terjadi setelah anda melahirkan Caesar.

Kompilasi Penyakit yang Timbul Setelah Operasi Caesar Lainnya

Infeksi rahim adalah penyakit yang berbahaya dan bunda harus tahu itu. Oleh karena itu segabai seorang ibu hamil atau ibu baru, Bunda diwajibkan untuk bersifat kritis pada kesehatan sendiri dan pada saat check up dokter. Membahas penyakit yang timbul setelah operasi caesar, selain infeksi rahim berikut adalah empat komplikasi yang sering muncul pasca operasi caesar:

  1. Rasa sakit karena sayatan pada perut

Rasa nyeri pasca operasi sesar wajar sajar, rasa nyeri di area sayatan bisa diminimalisir dengan obat pereda nyeri atau antibiotik dari dokter. Namun rasa nyeri akan lebih buruk dan berbahaya jika disertai dengan gejala lainnya.

Gejala tersebut seperti gatal-gatal sekitar area sayatan, muncul bintik-bintik merah, sayatan keluar nanah, luka membengkak dan tak kunjung kering ketika sudah lewat kontrol pertama. Nyeri juga dapat membuat seseorang sulit melakukan pekerjaan sehari-hari, seperti berjalan, makan dan tidur.

  1.  Infeksi akibat luka operasi

Rasa sakit karena sayatan jika dibiarkan sembuh sendiri tanpa perawatan bisa memunculkan masalah baru. Yaitu infeksi luka pada jahitan caesar bunda, berikut gejala infeksi luka operasi caesar:

    • Terdapat nanah, darah atau cairan yang keluar dari luka operasi
    • Terdapat rasa nyeri, bengkak, memerah, menghangat dan demam
    • Luka operasi yang tidak kunjung sembuh atau mengering
  1. Penggumpalan pada pembuluh darah

Setelah melahirkan, wanita yang melahirkan caesar berisiko menderita pembekuan darah (koagulasi) lebih besar dibandingkan wanita yang melahirkan normal.

  1. Efek samping anastesi (obat bius)

Anastesi mungkin menimbulkan efek samping yang membuat bunda tidak nyaman seperti mual, muntah, gatal, pusing, memar, sulit buang air kecil, merasa kedinginan dan menggigil.

Efek samping diatas biasa akan menghilang seiring waktu pemulihan. Tapi komplikasi karena anastesi lebih parah kadang terjadi walau sangat jarang. Berikut beberapa hal bahaya, meski jarang terjadi, yang mungkin menimpa pasca operasi caesar bunda:

  • Reaksi alergi terhadap obat bius.
  • Kerusakan saraf permanen.
  • Pneumonia.
  • Kebutaan.
  • Meninggal.

Semoga fakta penyakit yang muncul diatas itu adalah satu dari sejuta kemungkinan setiap kelahiran didunia. Karena setiap Ibu layak untuk mendapatkan perhatian agar pulih dengan baik setelah persalinan. Apapun proses kelahiran bunda, semoga bunda diberikan putra-putri sehat dan lucu. Sebagai penutup, jaga kesehatan Bunda selalu agar tidak terjadi penyakit yang timbul setelah operasi  caesar. Terimakasih 🙂

Bagikan artikel ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *