Intip Resep Sehat Makan Bakso Setelah Operasi Caesar

Intip Resep Sehat Makan Bakso Setelah Operasi Caesar

Artikel, Kesehatan
Ibu yang melahirkan penting untuk kembali mengisi nutrisi pada makanan yang baik. Banyak budaya memiliki tradisi pasca melahirkan yang mendalam, dan ternyata, banyak makanan tradisional adalah pilihan yang bagus untuk makan pertama Anda. Sedangkan makanan yang diburu setelah operasi caesar, memberatkan pada tinggi protein, zat besi, kalori dan kenyamanan bagi yang alergi terhadap sesuatu. Bakso juga makanan tradisional orang Asia pada umumnya. Protein dan kalori yang ada didalamnya seperti bakso daging sapi membantu Anda untuk kenyang lebih lama. Alasan Setelah Melahirkan Boleh Makan Bakso? Makan Bakso setelah operasi caesar adalah sumber protein yang baik untuk membantu Anda tetap kenyang lebih lama, dan berkontribusi pada perbaikan otot tubuh. Protein juga penting untuk ibu menyusui. Tambahkan bakso ke gandum utuh, pasangkan dengan salad, atau taruh semangkuk pasta favorit Anda! Jadi boleh saja makan…
Read More
Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Artikel, Operasi Caesar
Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll Operasi caesar adalah melahirkan bayi melalui sayatan bedah di perut dan rahim ibu. Dalam beberapa keadaan, operasi caesar sudah direncanakan sebelumnya. Di kondisi lain, melahirkan sesar diperlukan karena komplikasi yang tak terduga. Jika Anda atau bayi Anda dalam bahaya yang akan terjadi, Dokter akan mengambil langkah operasi caesar. Jika tidak, itu disebut bagian yang tidak direncanakan atau operasi caesar darurat. Trend Melahirkan dengan Operasi Caesar Melahirkan sesar yang sebenarnya hanya untuk kondisi medis, namun persentasenya naik di Indonesia. Tak hanya di tanggal-tanggal cantik, sebagian operasi caesar dilakukan tanpa ada indikasi medis serius. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh pemerintah, Ibu yang melahirkan sesar persentasenya sebesar 15,3% [1]. Di atas standar yang dikeluarkan WHO yaitu sebesar 10-15%[2]. Lihat grafik di bawah, menunjukkan karakteristik…
Read More