6 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Sesar

6 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Sesar

Tips Perawatan
6 Tips Perawatan Setelah Melahirkan Sesar Ibu-ibu mempunyai pilihan yang sama, ada hendak melahirkan anak secara normal, atau-pun secara pembedahan. Ikutlah kehendak masing-masing, tapi Bunda, biarlah bersalin normal sebab itu lebih mudah untuk dijaga dan sakitnya pun hanya sebentar jika dibandingkan dengan melahirkan sesar. Perawatan pasca caesar pun terbilang harus dilakukan dengan intensif. Tapi, ada juga Ibu yang tidak mempunyai pilihan pada masa itu untuk melahirkan normal melainkan melahirkan sesar. Apapun metode persalinan Bunda, perawatan setelah melahirkan tetap perlu dilakukan. Sekarang kita share mengenai tips perawatan pasca melahirkan caesar, cari tahu lebih lanjut yah 😀 Perawatan Pasca Caesar : 1. Menjaga Kebersihan Luka Bekas Operasi Luka pembedahan tak boleh basah ataupun lembab. Kalau kita selalu berkeringat sekali pun, pastikan kita senantiasa mengeringkan nya. Paling bagus, sediakan sehelai kapas / tisu untuk…
Read More
Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll

Artikel, Operasi Caesar
Operasi Caesar : Trend, Faktor, Persiapan, Resiko, Perawatan, dll Operasi caesar adalah melahirkan bayi melalui sayatan bedah di perut dan rahim ibu. Dalam beberapa keadaan, operasi caesar sudah direncanakan sebelumnya. Di kondisi lain, melahirkan sesar diperlukan karena komplikasi yang tak terduga. Jika Anda atau bayi Anda dalam bahaya yang akan terjadi, Dokter akan mengambil langkah operasi caesar. Jika tidak, itu disebut bagian yang tidak direncanakan atau operasi caesar darurat. Trend Melahirkan dengan Operasi Caesar Melahirkan sesar yang sebenarnya hanya untuk kondisi medis, namun persentasenya naik di Indonesia. Tak hanya di tanggal-tanggal cantik, sebagian operasi caesar dilakukan tanpa ada indikasi medis serius. Di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar oleh pemerintah, Ibu yang melahirkan sesar persentasenya sebesar 15,3% [1]. Di atas standar yang dikeluarkan WHO yaitu sebesar 10-15%[2]. Lihat grafik di bawah, menunjukkan karakteristik…
Read More